Selasa, 04 Januari 2011

Item Response Theory

Sebenarnya saya membuat artikel singkat ini disaat saya sedang minggu tenang. Dari pada membuat catatan Psikometri dikertas, mendingan sekalian saja di blog. Ini berisikan sedikit ilmu yang saya punya yang didapatkan dari dekan saya, Jahja Umar, PhD.

Item response theory (IRT) merupakan teori yang menggantikan teori yang lebih dahulu ada, yaitu Classical Test Theory (CTT). Menggantikan disini bukan berarti menyalahkan atau mengatkan bahwa CTT adalah salah. IRT merupakan toeri yang lebih modern, jadi semacam perkembangan dari CTT. Kali ini saya akan membahas IRT secara umumnya saja. dalam IRT terdapat dua buah asumsi dasar, yaitu:

  1. Jika sehimpunan orang yang berbeda-beda kemampuannya menempuh satu butir soal, maka orang yang lebih tinggi kemampuannya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjawab benar dari pada mereka yang memiliki kemampuan lebih rendah.
  2. Jika satu orang menempuh sehimpunan soal yang memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda, maka peluang untuk menjawab benar pada soal yang mudah akan lebih tinggi dari pada soal yang lebih sukar.
Menurut Rasch Model (IRT), yang menentukan benar atau salahnya jawaban hanya ada dua hal, yaitu:
  1. Tingkat kemampuan subjek
  2. Tingkat kesukaran atau kemudahan soal
yang lainnya seperti mencontek, sakit, tidak mengerti soal dianggap saja tidak ada. Sangat berbeda dengan CTT yang sangat mementingkan true score. Yang berikutnya saya akan mencoba menerangkan apa itu CTT agar Anda bisa melihat perbedaanya dengan IRT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar